Panduan Kehamilan: Ciri, Nutrisi, Pantangan, Penyakit

Panduan Kehamilan: Ciri, Nutrisi, Pantangan, Penyakit. Bisa cepat hamil dan punya anak tentunya menjadi impian para pasangan yang baru menikah. Tak jarang ada yang sudah membaca dan menerapkan panduan ibu hamil, namun belum berhasil.

Panduan Kehamilan: Ciri, Nutrisi, Pantangan, Penyakit
Panduan Hamil

Khusus bagi pasangan baru, mungkin masih bingung mengenai bagaimana cara agar cepat hamil, program hamil sesuai jenis kelamin anak, hingga apa saja yang baik dan buruk bagi kandungan.

Baca Artikel : Nipah,Virus Berbahaya yang Bisa Membunuh Manusi Dalam 2 Hari

Langsung kita bahas satu per satu panduan kehamilannya, yuk!

#1. Perencanaan Kehamilan | Ciri dan Program Hamil

Ada seseorang yang bisa cepat hamil, tapi ada juga yang susah hamil.

Khusus bagi pasangan yang sulit hamil, biasanya akan melakukan beragam cara untuk bisa segera memiliki momongan.

Kini sudah banyak cara yang dapat dilakukan agar bisa cepat hamil dan bahkan mengatur jenis kelamin bayi yang diinginkan.

Anda bisa menemukan solusi dari masalah kehamilan di dalam panduan ibu hamil.

1.1. Cara Cepat Hamil

Sebagian besar pasangan, khususnya yang masih baru tentu ingin segera punya momongan. Oleh karena itu, tak jarang banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara cepat hamil setelah menikah?

Ternyata ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar cepat hamil. Jika semua langkah ini dilakukan, maka kemungkinan Anda cepat hamil akan semakin besar.

1.2. Ciri-Ciri Orang Hamil

Tak jarang calon ibu tak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Sebenarnya ada beberapa faktor penyebabnya, apalagi jika Anda baru pertama kali hamil. Ada juga yang tak bisa membedakan antara hamil dengan gejala haid.

Kini Anda tak perlu ragu lagi karena kami ulas mengenai ciri-ciri hamil muda. Ada dua hal yang harus diketahui, yaitu ciri non fisik wanita hamil dan ciri fisik wanita hamil.

Jika Anda mengalami semua cirinya, jangan dulu yakin sudah hamil. Lebih akurat lagi tentunya memeriksakan diri ke dokter.

Baca Artikel : 18 Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Ketika sudah positif hamil, maka segeralah cari panduan ibu hamil untuk menambah pengetahuan Anda!

1.3. Program Hamil Anak Perempuan

Mendambakan seorang anak dengan jenis kelamin tertentu pastinya sah-sah saja. Kebanyakan orang tua menginginkan anak perempuan karena dirasa tidak bandel dan lebih bisa menemani ibu di rumah.

Anda mendambakan anak perempuan?

Kini Anda bisa melakukan program hamil anak perempuan dengan membaca caranya di sini!

1.4. Program Hamil Anak Laki-Laki

Banyak juga yang menginginkan punya anak laki-laki ketika baru menikah. Tentu ada beberapa cara cepat hamil anak laki-laki.

Anda harus memerhatikan berbagai hal jika ingin program anak laki-laki, mulai dari posisi seks yang benar hingga asupan makanan. Lebih lengkapnya bisa Anda temukan di sini!

1.5. Cara Hitung Usia Kehamilan

Masih ada yang belum paham bagaimana cara menghitung usia kehamilan dengan benar. Nyatanya hal ini tergolong penting agar dapat memberikan nutrisi yang tepat bagi janin.

Panduan ibu hamil tentunya terdiri juga dari metode atau cara hitung usia kehamilan dengan akurat pun beragam, mulai dari hitung sendiri hingga ke dokter kandungan.

#2. Perkembangan Janin dari Waktu ke Waktu

Para orang tua tentu tak sabar menunggu buah hatinya lahir. Banyak juga yang penasaran seperti apa perkembangan janin dari waktu ke waktu.

Kalau sudah begini, biasanya melakukan USG. Sayangnya, USG berbahaya jika dilakukan terlalu sering dan tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Tak perlu berkecil hati, panduan ibu hamil dari DokterSehat ini akan menjelaskan secara detail mengenai perkembangan janin setiap bulannya.

2.1. Janin 1 Bulan: Masih Berukuran 0,2 cm

Saat usia kandungan baru satu bulan, ibu hamil biasanya merasakan morning sickness yang gejalanya berupa mual dan muntah.

Bukan hanya itu, nyatanya janin berusia sebulan masih berupa titik kecil dengan ukuran 0,2 cm.

Tak main-main, Anda juga harus tahu apa saja yang perlu diperhatikan saat janin berusia 1 bulan.

Saat berkonsultasi ke rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan Anda panduan ibu hamil untuk menjaga janin selama 8 bulan ke depan.

2.2. Janin 2 Bulan: Bayi Mulai Diikat ke Rahim

Memasuki bulan kedua, biasanya morning sickness sudah mulai hilang.

Ukuran janin saat 2 bulan pun bertambah menjadi 1,5 mm atau 0,15 dan bahkan ketika akan masuk bulan ketiga, ukuran janin bertambah menjadi 1,2 cm – 20 cm.

Selain itu, bayi pun mulai diikat ke rahim dan ada serangkaian test yang harus dilakukan sang ibu.

2.3. Janin 3 Bulan: Mulai Terasa Pergerakan Halus

Ketika hamil 3 bulan, calon ibu biasanya mulai bisa merasakan pergerakan jabang bayi secara samar. Ukuran janin pun bertambah menjadi 7,4 cm dengan berat sekitar 23 gram.

Anda juga bisa mulai memperdengarkan musik kepada janin saat hamil 3 bulan.

2.4. Janin 4 Bulan: Organ Mulai Terbentuk

Saat usia kehamilan memasuki usia keempat, organ bayi mulai terbentuk dan semakin tumbuh dengan cepat.

Saat hamil 4 bulan, Anda sebagai calon ibu bisa mulai melakukan pemeriksaan kehamilan menggunakan ultrasound.

Ada juga perlu tahu tips hamil 4 bulan agar kandungan bisa dijaga dengan lebih hati-hati.

Baca Artikel : Makanan untuk Menambah Sel Darah Merah

2.5. Janin 5 Bulan: Organ Semakin Sempurna

Ketika janin memasuki usia 5 bulan, organ janin akan semakin terbentuk sempurna dan juga lebih aktif pada malam hari.

Pada tubuh ibu hamil pun akan terlihat perkembangan yang signifikan karena perut akan lebih cepat membesar.

2.6. Janin 6 Bulan: Wajah Mulai Terbentuk

Memasuki usia hamil 6 bulan, wajah bayi sudah mulai terbentuk, khususnya di bagian mulut dan alis.

Ada banyak hal yang harus dilakukan oleh sang ibu ketika hamil 6 bulan. Selain itu, ada juga beberapa tips yang harus dilakukan agar persalinan lancar.

2.7. Janin 7 Bulan: Nutrisi Ada di Titik Puncak

Bulan ketujuh merupakan trimester akhir kehamilan. Di usia ini, kebutuhan nutrisi janin ada di titik puncak, sehingga konsumsi makanan harus lebih diperhatikan.

Bukan hanya itu, ada banyak pemeriksaan yang harus dilakukan ketika hamil 7 bulan.

2.8. Janin 8 Bulan: Bayi Terbentuk Sempurna

Usia kehamilan 8 bulan tentu sudah sangat dekat dengan kelahiran. Janin pun sudah terbentuk sempurna pada fase ini, bahkan bisa melihat dan mendengar.

Biasanya dokter pun akan membuatkan janji kontrol per dua minggu saat ibu hamil 8 bulan untuk melihat perkembangan bayi.

Selain itu, dokter juga akan memberikan panduan ibu hamil menjelang kelahiran.

2.9. Janin 9 Bulan: Kepala Bayi Pindah ke Panggul

Para calon ibu tentunya sudah mempersiapkan diri ketika hamil 9 bulan. Saat fase ini, kepala bayi akan berputar dan pindah ke panggul. Kuku bayi yang halus pun mulai terbentuk di fase ini.

Selebihnya, Anda juga perlu mengetahui seperti apa perkembangan janin 9 bulan di rahim ibu.

#3. Hal-Hal yang Wajib Diperhatikan Calon Ibu

Fase kehamilan terbagi menjadi tiga, yaitu trimester I, trimester II, dan trimester III.

Tentunya ada persiapan dan hal-hal yang harus dilakukan di masing-masing trimester kehamilan. Apa yang dilakukan tentunya untuk menjaga kondisi ibu, bahkan membuat janin tetap sehat dan berkembang.

Berikut panduan ibu hamil di tiap trimester:

3.1. Trimester I

Masa ini bisa dibilang sangat penting bagi janin karena semua organ baru saja mulai dibentuk. Sayangnya, di masa ini juga tubuh ibu hamil sangat rentan, sehingga sangat berisiko keguguran.

Jika Anda ingin memiliki kehamilan yang sehat hingga persalinan, maka ketahui dan lakukan beberapa kebiasaan di trimester pertama berdasarkan panduan ibu hamil yang benar.

3.2. Trimester II

Kondisi kehamilan di trimester kedua bisa dibilang lebih menyenangkan dan terasa jauh lebih baik. Kebanyakan ibu menyatakan sangat menikmati fase ini.

Anda juga tentunya bisa menikmati trimester dua kehamilan dengan melakukan beberapa hal, seperti merawat kulit, merawat kulit, dan bahkan bepergian.

Kira-kira apa lagi yang bisa dilakukan? Cari tahu di sini!

3.3. Trimester III

Memasuki trimester tiga biasanya para ibu hamil mulai merasa cemas menjelang proses persalinan. Jika Anda mengalami hal yang sama, ada baiknya tetap fokus melakukan beragam hal bermanfaat.

Tentunya Anda harus paham terlebih dahulu mengenai apa saja yang harus dipersiapkan saat trimester III.

#4. Nutrisi Ibu Hamil yang Penting untuk Dipenuhi

Di dalam panduan ibu hamil, masing-masing trimester tentu sangat penting diperhatikan karena nutrisi yang dibutuhkan pun berbeda-beda.

Tentunya DokterSehat akan membagikan apa saja yang harus diperhatikan di masing-masing trimester kehamilan.

Baca Artikel : 10 Kebiasaan Sepele Penyebab Sering Sakit Kepala

4.1. Nutrisi Trimester I

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa trimester pertama adalah minggu ke-1 hingga ke-12 dan ini sangat penting bagi perkembangan janin.

Ada beberapa kandunga nutrisi khusus yang wajib dikonsumsi di trimester pertama kehamilan, yaitu protein, vitamin D, kalsium, zat besi, dan lemak.

Lebih jelasnya, Anda bisa baca lebih lanjut di sini!

4.2. Nutrisi Trimester II

Beralih ke trimester kedua kehamilan.

Pada fase ini, kebutuhan nutrisi ibu hamil harus lebih diperhatikan. Makanan yang kaya akan kalsium, magnesium, dan vitamin D sangat dibutuhkan di fase ini.

Ada juga daftar makanan yang baik dikonsumsi pada trimester II dan pantangannya.

4.3. Nutrisi Trimester III

Trimester III adalah fase terakhir kehamilan.

Sebagai ibu hamil, sudah seharusnya mengonsumsi makanan bernutrisi sambil mengontrol berat badan. Jangan sampai menjadi obesitas karena terlalu banyak makan dan tidak mengikuti panduan ibu hamil yang diberikan dokter.

Memasuki trimester ketiga, ada 15 makanan bernutrisi yang sangat bagus untuk ibu hamil.

4.4. Makanan Penguat Janin

Memerhatikan asupan makanan selama hamil tentunya menjadi hal yang amat sangat penting. Makanan asal kenyang, namun tak bernutrisi nyatanya malah akan berdampak buruk terhadap bayi.

Oleh karena itu, DokterSehat merangkumkan 15 makanan penguat janin yang bisa Anda konsumsi secara teratur selama hamil.

4.5. Makanan agar Bayi Tidak Cacat

Setiap orang tua tentu tak mau anaknya terlahir cacat. Umumnya, cacat terjadi ketika memasuki usia kehamilan tiga bulan.

Ada banyak faktor yang menyebabkan bayi lahir cacat. Biasanya cacat pada bayi juga disebabkan oleh ibu yang belum paham mengenai panduan ibu hamil.

Kabar baiknya, kemungkinan bayi lahir cacat bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan pencegah bayi lahir cacat.

#5. Makanan dan Minuman yang Bagus Dikonsumsi saat Hamil

Panduan ibu hamil erat kaitannya juga dengan asupan makanan. Ketika hamil, tentunya ada beberapa makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari oleh ibu hamil.

Kenapa?

Aturan mengenai apa yang dikonsumsi tentu berkaita erat dengan nutrisi bagi janin. Nutrisi ibu hamil pasti berhubungan langsung dengan makanan untuk ibu hamil.

Lebih jelasnya, berikut beberapa minuman dan makanan sehat untuk ibu hamil:

  • Air kelapa
  • Agar-Agar
  • Alpukat
  • Apel
  • Bayam
  • Belut
  • Buah Naga
  • Brokoli
  • Ceker Ayam
  • Cincau
  • Hati Ayam
  • Ikan
  • Jagung
  • Jeruk
  • Kacang Hijau
  • Kembang Kol
  • Kismis
  • Labu
  • Lele
  • Pepaya
  • Pare
  • Pete
  • Pisang
  • Semangka
  • Singkong
  • Susu Kedelai
  • Stroberi
  • Tahu
  • Tauge
  • Telur
  • Terong
  • Timun
  • Tomat
  • Ubi
  • Udang

#6. Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

Jika di poin sebelumnya kita sudah bahas mengenai makanan sehat untuk ibu hamil, tentunya ada juga minuman dan makanan yang tak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

Sebenarnya ada banyak pantangan bagi ibu hamil, namun di poin ini kita akan bahas makanannya dulu.

Berdasarkan panduan ibu hamil yang benar, ini minuman dan makanan berbahaya:

  • Anggur
  • Bakso
  • Cempedak
  • Cokelat
  • Durian
  • Fast Food
  • Gorengan
  • Jengkol
  • Jeruk Nipis
  • Keju
  • Makanan Pedas
  • Makanan Asin
  • Makanan Manis
  • Mi Instan
  • Nanas
  • Nangka
  • Sate Kambing
  • Tape
  • Alkohol
  • Es
  • Kopi
  • Soda
  • Teh

Itu dia makanan dan minuman yang berbahaya bagi ibu hamil. Jadi, hindari selama masa kehamilan, ya!

Sebenarnya Anda boleh mengonsumsinya sesekali, namun dengan porsi yang sangat sedikit.

#7. Pantangan Selama Masa Kehamilan

7.1. Aktivitas yang Harus Dihindari

Jika mengacu pada panduan ibu hamil, ada cukup banyak aktivitas yang harus dihindari oleh ibu hamil. Kali ini kita hanya akan bahas beberapa aktivitas yang benar-benar harus dihindari.

Seperti yang kita tahu, ibu hamil dilarang untuk mengangkat beban berat, terlalu lama berdiri, dan bahkan berendam air panas.

Lebih jelasnya, Anda bisa lihat apa saja aktivitas dan alasannya di sini!

7.2. Kebiasaan yang Harus Dihindari

Selain aktivitas, Anda juga harus menghindari beberapa kebiasaan yang mungkin biasa dilakukan sehari-hari.

Misalnya saja Anda sering mengonsumsi kopi atau menggunakan hak tinggi. Kedua kebiasaan ini harus rela ditinggalkan selama hamil.

Jangan disepelekan, masih ada 7 kebiasaan yang harus dihindari oleh ibu hamil agar kandungan tetap sehat.

#8. Waspada! Ini Penyakit yang Menyerang Ibu Hamil

Tak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa penyakit kehamilan yang patut diwaspadai.

Bukan hanya berbahaya bagi ibu, namun biasanya akan lebih berdampak pada janin yang dikandung.

Ada banyak faktor penyakit kehamilan dan kebanyakan disebabkan oleh ibu yang tak paham mengenai panduan ibu hamil.

Beberapa penyakit yang biasa menyerang ibu hamil di antaranya:

8.1. Plasenta Previa

Perlu diketahui dulu bahwa plasenta previa atau plasenta letak rendah adalah kondisi sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim.

Salah satu langkah agar hal ini tidak terjadi, maka harus memahami penyebab, gejala, dan penanganan plasenta previa.

8.2. Toksoplasma

Selanjutnya, ada juga toksoplasma yang diyakini penularannya melalui kucing. Benarkah?

Faktanya, virus tokso ditularkan melalui ibu hamil dan kotoran hewan yang terinfeksi.

Sebelum menjadi sagat berbahaya, tentu kenali dulu seperti apa gejala dan pengobatan toksoplasma.

8.3. Preeklampsia

Penyakit kehamilan yang berikutnya adalah preeklampsia yang terjadi setelah minggu ke-20.

Preeklampsia adalah adanya tekanan darah tinggi dan protein dalam urine saat hamil. Jika dibiarkan, preeklampsia dapat berakibat fatal bagi ibu hamil dan janin.

Ada banyak faktor penyebab preeklampsia, maka kita kenali dulu dan cari tahu pengobatan preeklampsia.

Langkah pertama yang juga bisa Anda lakukan adalah meminta ke dokter mengenai panduan ibu hamil yang tepat untuk mengatasi preeklampsia.

8.4. Diabetes Gestasional

Penyakit yang satu ini biasanya tak menunjukkan gejala tertentu pada ibu hamil.

Diabetes gestasional biasanya akan hilang setelah melahirkan. Risikonya, bayi akan lahir akan mengalami obesitas, gula darah rendah, bahkan lahir prematur.

Meskipun terlihat berbahaya, ada beberapa langkah pengobatan dibetes gestasional.

Baca Artikel : Buah yang Baik untuk Penderita Diabetes

Itu dia sekilas mengenai panduan ibu hamil yang bisa Anda gunakan selama masa kehamilan. Semoga bermanfaat dan kehamilan Anda lancar.

Tinggalkan Komentar

WhatsApp chat